Just Keep Going
She

ZWS

Tag


Past
Januari 2009
Februari 2009
Maret 2009
April 2009
Mei 2009
Juni 2009
Juli 2009
Agustus 2009
September 2009
Oktober 2009
November 2009
Januari 2010
Februari 2010
Maret 2010
April 2010
Mei 2010
Juli 2010
Januari 2011
Maret 2011
Juli 2011
Agustus 2011
September 2011
Desember 2011
Januari 2012
April 2012
Mei 2012
Juli 2012
Agustus 2012

Links

Layout: vehemency
Icon: reruntherace

AishiteruKiss
Aoi-Ratih
Ari
Bayonet
Brenda
Dila
Fragaria
Imen
Jjeenniii
Kia
Lona
Nana
Nova
Rhany
Risya
Rollz
Viles
Upsilon
Yuu
Za lupin
Zhenn

Sabtu, 28 Februari 2009, 22.35
Confessions of Shopaholic

Akhirnya, impian terpendam dari jaman kuda pake koteka terwujud juga. Confession’s of Shopaholic is in my grasp. Hahaha *evils’s laugh*. Meskipun sampe saat ini, saya berada di halaman ke 200 sekian, sekitar 40-an halaman lagi to the end, I do really need a hold.

I can’t continue reading this bloody Rebecca’s-miserable-full-of-lies life. Kalo bisa dimasukin di rekod apaaa gitu, novel ini pasti udah masuk di kategori “The most spending time book”. Beneran deh. Sumpah! Dalam sejarah pernovelan seorang zulfi, ga pernah ada kata break of reading tiap beberapa kalimat cuma buat nahan hasrat nyakar diri sendiri selama 10 menit. Tiap si Becky ketemu di waktu yang ga tepat ma Luke Brandon, atau saat dia kedapatan melihat-lihat isi ceknya Tarquin, atau saat ketemu lagi dengan Luke Brandon di waktu yang salah, atau si Becky lagi-lagi harus berbohong untuk menutupi kebohongannya sendiri atau…yah, too much to mention.

Kesimpulan yang saya tarik dari karakter Rebecca Blomwood ini: she’s a real shopaholic and a big fat liar. Hidupnya palsu. Satu-satunya yang nyata dari dia cuma stuff yang dia beli di toko-toko yang dikunjunginya dan utang atas credit card yang dia pake buat beli semua nonsense stuff itu. Barang-barang yang sebetulnya tidak begitu dia perlukan. Mengerikan banget. Banget nget nget. Dan walopun ini cuma sebuah cerita, I am really into it.

Mm…saya jadi berpikir akan pengeluaran-pengeluaran tidak penting sendiri dan ekspresi mupeng saat melihat nice stuff yang dipajang di sebuah toko. Salah satu teman bahkan sudah wanti-wanti dengan melilitkan tangannya erat pada lengan saya tiap melewati toko-toko di mall. Saat melihat mata saya berbinar cerah di depan toko, itulah tanda bagi dia untuk menyeret paksa saya jauh-jauh dari situ. Uh-uh.

Bedanya, saya belum tidak sampe ke tahap tidak bisa membayar tagihan credit card saking membludaknya belanjaan. Saya bahkan ga punya credit card. Thank god saya masih waras. Entah apa jadinya kalo sampe punya. Mungkin sekarang saya udah jadi Rebecca kedua. Dan perbedaan kedua, hingga saat ini saya masih bisalah cut back some money. Though in the end I couldn’t resist to waste all of them whenever distress swept through me. What’s with all that bright-shiny-stuff on display? And the smell of new books around? Gosh, I just can’t help myself…

Label:




Sabtu, 14 Februari 2009, 20.37

I miss blogging. I miss my messy writing to express my feeling. I miss sitting in front of my lappie for minutes to think what I want to type. I miss all that part...

Karena itu, ga peduli blog ini masih dalam tahap pengerjaan atau fakta bahwa sebentar lagi saya final, saya tetap nulis. Selama ini, saya mencoba sabar, menunggu saat yang tepat untuk ngepos lagi tapiii...kesabaran ada batasnya kan? Dan sepertinya inilah puncak dari semuanya. Dari semua kejadian yang tak tertulis. Dari semua perasaan yang tak tersampaikan. Dari semua kegalauan yang tak terlukiskan. *lebay mode: on*

Oh well. Walopun saya sendiri bingung ga tau mau nulis apa. Entah karena saking banyaknya cerita yang terlewatkan ato juga karena ga punya bahan :P Apapun itu, yang penting saya bisa nulis. Biarpun cuma sepatah kata, yang penting nulis!

Mm...yah.